DILEMA MODERASI BERAGAMA: NEGOSIASI KEYAKINAN ESKATOLOGIS DAN STABILITAS MASYARAKAT POLITIK

Authors

  • Muhammad Adlan Nawawi Universitas PTIQ Jakarta, Jakarta, Indonesia Author
  • Abd. Muid Nawawi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia Author

Keywords:

Moderasi Beragama, Eskatologi, Sosiologi Politik, Political Society, Harmoni Sosial

Abstract

Penelitian ini menganalisis moderasi beragama sebagai mekanisme negosiasi antara keyakinan eskatologis yang bersifat absolut dan kepentingan negara dalam menjaga ketertiban sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis berbasis studi pustaka dengan pendekatan filosofis dan sosiologis. Data berupa dokumen kebijakan moderasi beragama, literatur keagamaan, serta kajian mengenai relasi agama dan negara dianalisis melalui analisis isi dan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak seharusnya diarahkan pada perubahan substansi doktrin, melainkan pada pengaturan ekspresi keberagamaan di ruang publik. Negara berperan memoderasi perilaku warga negara, bukan menentukan kebenaran teologis. Dengan demikian, stabilitas sosial dapat dibangun melalui pemisahan antara keteguhan keyakinan di ruang privat dan sikap toleran dalam kehidupan publik.

Kata Kunci: Moderasi Beragama; Eskatologi; Masyarakat Politik; Ruang Publik; Stabilitas Sosial     

 

This study analyzes religious moderation as a mechanism for negotiating between absolute eschatological beliefs and the state's interest in maintaining social order. It employs a descriptive-analytical qualitative method based on a literature review, utilizing philosophical and sociological approaches. Data—comprising religious moderation policy documents, religious literature, and studies on the relationship between religion and the state—were analyzed using content analysis and critical discourse analysis. The findings indicate that religious moderation should not aim to alter the substance of doctrine but rather to regulate the expression of religiosity in the public sphere. The state’s role is to moderate citizens' behavior rather than to determine theological truth. Consequently, social stability can be fostered by distinguishing between steadfastness of belief in the private sphere and a tolerant attitude in public life.

Keywords: Religious Moderation; Eschatology; Political Society; Public Sphere; Social Stability  

Published

2026-06-30

How to Cite

DILEMA MODERASI BERAGAMA: NEGOSIASI KEYAKINAN ESKATOLOGIS DAN STABILITAS MASYARAKAT POLITIK. (2026). Mumtaz: Jurnal Studi Al-Quran Dan Keislaman, 10(1), 1-9. https://jurnalptiq.id/index.php/mumtaz/article/view/81